Jumat, 24 April 2015

HARIMU HANYA HARI INI



"HARIMU HANYA HARI INI"
Oleh: Fachrur Rizal


Bismillahirrahmanirrahim...
Assalamu'alaikum...Ikhwani Fillah...

DR. ‘Aidh bin Abdullah al-Qarni dalam bukunya “Laa tahzan” memberikan nasehat kepada kita, bahwa jika kita berada di pagi hari, janganlah pernah menunggu sore tiba. Karena hari inilah yang akan kita jalani, bukan hari kemaren yang telah berlalu dengan segala kebaikan dan keburukannya, dan bukan pula hari esok yang belum tentu akan datang. Hari yang saat ini mataharinya menyinari kita, dan siangnya menyapa kita, inilah hari yang kita miliki sesungguhnya.

Mungkin umur kita tinggal hari ini, atau anggaplah masa hidup kita hanya hari ini, atau seakan-akan kita dilahirkan hari ini dan akan mati pada hari ini juga. Dengan begitu hidup kita tidak akan tercabik-cabik diantara gumpalan keresahan, kesedihan, dan duka masa lalu dengan bayangan masa depan yang penuh ketidakpastian dan bahkan acapkali menakutkan. Karena itu, pada hari ini, curahkanlah seluruh perhatian, kepedulian, dan kerja keras kita. Pada hari ini kita harus bertekad untuk mempersembahkan kualitas sholat yang paling khusu’, bacaan al-Qur’an yang sarat tadabbur, dzikir dengan sepenuh hati, keseimbangan dalam segala hal, keindahan dalam akhlak, kerelaan dengan semua yang Allah berikan, kepedulian terhadap keadaan sekitar, perhatian terhadap kesehatan jiwa dan raga, serta perbuatan baik terhadap sesama. Hadirin yang mulia, pada hari ini, sebaiknya kita membagi waktu dengan bijak, berlomba-lombalah dalam berbuat kebaikan, tanamlah kebaikan sebanyak-banyaknya, bertobatlah atas semua dosa yang pernah kita lakukan, ingatlah selalu kepada Allah, bersiap-siaplah untuk menuju sebuah perjalanan alam keabadian, dan nikmatilah hari ini dengan segala kesenangan dan kebahagiaan! Terimalah rezeki yang Allah berikan kepada kita, istri, anak-anak, pekerjaan, ilmu, kedudukan, dan jabatan yang kita miliki dengan keridhaan dan penuh rasa syukur.


148.  Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Al-Baqarah, [2]: 148).

Artinya: “Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang Telah diusahakannya.” (QS. An-Najmi, [53]: 39)

Hiduplah hari ini tanpa kesedihan, kegalauan, kemarahan, kedengkian, dendam, dan kebencian. Jangan lupa untuk menggoreskan di dinding hati kita suatu kalimat: bahwa “Harimu adalah hanya hari ini”. Karena dengan kalimat itu, kita akan semakin percaya diri, dan kita akan memiliki semangat dan tekad hidup yang kuat, untuk selalu memamfaatkan waktu yang ada, dengan menyibukkan diri untuk selalu memperbaiki keadaan, mengembangkan segala potensi yang kita miliki, dan mensucikan setiap amalan yang kita lakukan. Kawan-kawan, dengan kalimat bahwa “Harimu adalah hanya hari ini”, berarti hanya pada hari ini kita mempunyai kesempatan untuk mengatakan yang baik-baik, dan tidak akan pernah terucap dari lisan kita kata-kata kotor dan jorok yang menjijikkan, tidak akan pernah mencela, menghardik, dan juga membicarakan kejelekan saudara-saudara kita yang lain. Hanya pada hari ini kita punya kesempatan untuk membina keluarga dengan jalinan cinta dan kasih sayang, serta menjalin hubungan yang baik dengan tetangga, sahabat, atasan, dan atau bawahan kita di kantor tempat kita bekerja.
Karena kita hanya akan hidup hari ini, mari kita terus berusaha sekuat tenaga untuk selalu dekat dan ta’at kepada Allah, menanamkan dalam hati semua nilai keutamaan, dan mencabut semua akar kejahatan yang ada, seperti sifat takabbur, ujub, riya’ buruk sangka, iri hati dan dengki. Selagi hari ini kita bisa menghirup udara kehidupan, mari kita gunakan untuk berbuat baik kepada orang lain, mengulurkan tangan kepada siapapun, menjenguk keluarga, tetangga, dan teman yang sakit, memberi nasehat dalam kebenaran dan kesabaran, memberi makan orang-orang yang kelaparan, menolong orang yang menghadapi kesulitan, membantu orang yang teraniaya dan terzhalimi, meringankan beban penderitaan orang-orang yang lemah, mengasihi dan menyayangi istri dan anak-anak kita, serta berbakti kepada kedua orangtua, terutama ibu yang dengan segala pengorbanannya telah mengandung, melahirkan, mendidik, dan membesarkan kita.

Hari esok belum tentu menjadi milik kita, karena itu, janganlah sekali-kali pernah bermain dengan khayalan dan apalagi menjual diri hanya untuk sebuah dugaan yang tidak pasti. Jangan sekali-kali kita memburu sesuatu yang belum tentu ada, karena mungkin esok hari tidak akan ada sesuatu. Esok hari adalah sesuatu yang belum diciptakan, dan tidak ada satupun darinya yang dapat disebutkan. Kalaupun hari esok akan datang, maka biarkanlah masa depan itu datang dengan sendirinya. Janganlah cemas dengan sesuatu yang berlum terjadi, dan sebagai orang yang beriman, janganlah pernah berputus asa dari rahmat Allah.

Artinya: “Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Az-Zumar, [39]: 53).
    
Artinya: 1. Demi masa. 2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, 3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (Al-Asyr, [103]: 1-3).

Semoga Allah senantiasa memberikan petunjuk, bimbingan, dan kekuatan kepada kita semua, agar kita dapat menjalankan tugas dan tanggungjawab kita dalam hidup ini, baik sebagai  hamba Allah, maupun sebagai khalifah di muka bumi ini. Akhirnya kepada Allah kita semua mohon ampun, dan kepada Allah jua kita berserah diri. “Hasbunallah wani’mal wakiil, laa hawlaa kuwwata illaa billaahil a’liyyin a’zhiim”.

Alhamdulillahirabbil'alamin...
Wassalamu'alaikum...
(Khoirunnas ‘Anfa’uhum Linnas)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar