"HARIMU HANYA HARI INI"
Oleh: Fachrur
Rizal
Bismillahirrahmanirrahim...
Assalamu'alaikum...Ikhwani
Fillah...
DR. ‘Aidh bin Abdullah al-Qarni
dalam bukunya “Laa tahzan” memberikan nasehat kepada kita, bahwa
jika kita berada di pagi hari, janganlah pernah menunggu sore tiba. Karena hari
inilah yang akan kita jalani, bukan hari kemaren yang telah berlalu dengan
segala kebaikan dan keburukannya, dan bukan pula hari esok yang belum tentu
akan datang. Hari yang saat ini mataharinya menyinari kita, dan siangnya
menyapa kita, inilah hari yang kita miliki sesungguhnya.
Mungkin umur kita tinggal hari
ini, atau anggaplah masa hidup kita hanya hari ini, atau seakan-akan kita
dilahirkan hari ini dan akan mati pada hari ini juga. Dengan begitu hidup kita
tidak akan tercabik-cabik diantara gumpalan keresahan, kesedihan, dan duka masa
lalu dengan bayangan masa depan yang penuh ketidakpastian dan bahkan acapkali
menakutkan. Karena itu, pada hari ini, curahkanlah seluruh perhatian,
kepedulian, dan kerja keras kita. Pada hari ini kita harus bertekad untuk
mempersembahkan kualitas sholat yang paling khusu’, bacaan al-Qur’an yang sarat
tadabbur, dzikir dengan sepenuh hati, keseimbangan dalam segala hal, keindahan
dalam akhlak, kerelaan dengan semua yang Allah berikan, kepedulian terhadap
keadaan sekitar, perhatian terhadap kesehatan jiwa dan raga, serta perbuatan
baik terhadap sesama. Hadirin yang mulia, pada hari ini, sebaiknya kita membagi
waktu dengan bijak, berlomba-lombalah dalam berbuat kebaikan, tanamlah kebaikan
sebanyak-banyaknya, bertobatlah atas semua dosa yang pernah kita lakukan,
ingatlah selalu kepada Allah, bersiap-siaplah untuk menuju sebuah perjalanan
alam keabadian, dan nikmatilah hari ini dengan segala kesenangan dan
kebahagiaan! Terimalah rezeki yang Allah berikan kepada kita, istri, anak-anak,
pekerjaan, ilmu, kedudukan, dan jabatan yang kita miliki dengan keridhaan dan
penuh rasa syukur.
148. Dan
bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka
berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. di mana saja kamu berada pasti
Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah
Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Al-Baqarah, [2]: 148).
Artinya: “Dan bahwasanya seorang
manusia tiada memperoleh selain apa yang Telah diusahakannya.” (QS. An-Najmi,
[53]: 39)
Hiduplah hari
ini tanpa kesedihan, kegalauan, kemarahan, kedengkian, dendam, dan kebencian.
Jangan lupa untuk menggoreskan di dinding hati kita suatu kalimat: bahwa
“Harimu adalah hanya hari ini”. Karena dengan kalimat itu, kita akan semakin
percaya diri, dan kita akan memiliki semangat dan tekad hidup yang kuat, untuk
selalu memamfaatkan waktu yang ada, dengan menyibukkan diri untuk selalu
memperbaiki keadaan, mengembangkan segala potensi yang kita miliki, dan
mensucikan setiap amalan yang kita lakukan. Kawan-kawan, dengan kalimat bahwa
“Harimu adalah hanya hari ini”, berarti hanya pada hari ini kita mempunyai
kesempatan untuk mengatakan yang baik-baik, dan tidak akan pernah terucap dari
lisan kita kata-kata kotor dan jorok yang menjijikkan, tidak akan pernah
mencela, menghardik, dan juga membicarakan kejelekan saudara-saudara kita yang
lain. Hanya pada hari ini kita punya kesempatan untuk membina keluarga dengan
jalinan cinta dan kasih sayang, serta menjalin hubungan yang baik dengan
tetangga, sahabat, atasan, dan atau bawahan kita di kantor tempat kita bekerja.
Karena kita
hanya akan hidup hari ini, mari kita terus berusaha sekuat tenaga untuk selalu
dekat dan ta’at kepada Allah, menanamkan dalam hati semua nilai keutamaan, dan
mencabut semua akar kejahatan yang ada, seperti sifat takabbur, ujub, riya’
buruk sangka, iri hati dan dengki. Selagi hari ini kita bisa menghirup udara
kehidupan, mari kita gunakan untuk berbuat baik kepada orang lain, mengulurkan
tangan kepada siapapun, menjenguk keluarga, tetangga, dan teman yang sakit,
memberi nasehat dalam kebenaran dan kesabaran, memberi makan orang-orang yang
kelaparan, menolong orang yang menghadapi kesulitan, membantu orang yang
teraniaya dan terzhalimi, meringankan beban penderitaan orang-orang yang lemah,
mengasihi dan menyayangi istri dan anak-anak kita, serta berbakti kepada kedua
orangtua, terutama ibu yang dengan segala pengorbanannya telah mengandung,
melahirkan, mendidik, dan membesarkan kita.
Hari esok belum tentu menjadi
milik kita, karena itu, janganlah sekali-kali pernah bermain dengan khayalan
dan apalagi menjual diri hanya untuk sebuah dugaan yang tidak pasti. Jangan
sekali-kali kita memburu sesuatu yang belum tentu ada, karena mungkin esok hari
tidak akan ada sesuatu. Esok hari adalah sesuatu yang belum diciptakan, dan
tidak ada satupun darinya yang dapat disebutkan. Kalaupun hari esok akan
datang, maka biarkanlah masa depan itu datang dengan sendirinya. Janganlah
cemas dengan sesuatu yang berlum terjadi, dan sebagai orang yang beriman,
janganlah pernah berputus asa dari rahmat Allah.
Artinya: “Katakanlah: "Hai
hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah
kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa
semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(Az-Zumar, [39]: 53).
Artinya: 1. Demi masa. 2.
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, 3. Kecuali orang-orang
yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati
kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (Al-Asyr, [103]:
1-3).
Semoga Allah senantiasa memberikan
petunjuk, bimbingan, dan kekuatan kepada kita semua, agar kita dapat
menjalankan tugas dan tanggungjawab kita dalam hidup ini, baik
sebagai hamba Allah, maupun sebagai khalifah di muka bumi ini.
Akhirnya kepada Allah kita semua mohon ampun, dan kepada Allah jua kita
berserah diri. “Hasbunallah wani’mal wakiil, laa hawlaa kuwwata
illaa billaahil a’liyyin a’zhiim”.
Alhamdulillahirabbil'alamin...
Wassalamu'alaikum...
(Khoirunnas ‘Anfa’uhum Linnas)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar