PENTINGNYA MENUNTUT ILMU
OLEH : FACHRUR RIZAL
Alhamdulillahirabbil’alamin
wassalatuwassa mu’ala asyrafil ambiya iwal mursalin sayyidina wamaulana
muhammadin wa’ala alihi washahbihi ajmain amma ba’du
Bapak-bapak dan
ibu ibu yang saya hormati , Hadirin yang berbahagia.
Pertama-tama
marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT, Tuhan yang Maha
Pengasih yang tak pilih kasih, Tuhan Yang Maha Penyayang yang sayangnya tiada
terbilang. Sehingga dengan kasih dan sayang-Nya, sampai saat ini kita masih diberi
nikmat iman, nikmat sehat, serta nikmat kehidupan oleh Allah SWT. sehingga kita
masih dapat beraktivitas dalam rangka mengabdi kepada Allah SWT.
Selanjutnya
shalawat dan salam kita haturkan keharibaan junjungan Nabi Besar Muhammad Saw.
Karena berkat perjuangan dan pengorbanannya, hingga saat ini dan mudah-mudahan
sampai maut menjumput nanti, kita tetap dalam keadaan iman dan Islam, serta
selalu istiqomah dalam mengamalkan ajaran Islam sebagai agama yang rahmatan lil
‘alamin.
Bapak-bapak dan ibu ibu yang insya Allah di rahmati dan di muliakan oleh
Allah SWT....
Di dalam al Qur-an nulkariim yang
mulia, Allah SWT berfirman di dalam surat Al ‘Alaq ayat 1-5 yang berbunyi:
Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu
Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah,
dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan
kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”
Hadirin yang berbahagia, ayat di atas menjelaskan kepada
kita semua bahwa Islam sangat memperhatikan pendidikan pemeluknya, sekaligus
hal itu menunjukkan bahwa Islam tidak menginginkan para pemeluknya menjadi
umat-umat yang bodoh. Untuk itulah Rasulullah SAW bersabda:
Artinya : “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap
muslim.”
Kemudian
di dalam haditsnya yang lain beliau bersabda:
Artinya:
“Barang siapa ingin (kebahagian dan kesejahteraan di) dunia hendaklah ia
berilmu (tahu untuk apa dan bagaimana hidup di dunia), dan barang siapa ingin
(kebahagiaan hidup di) akhirat, hendaklah ia berilmu pula (tahu bagaimana
mencapainya), dan barang siapa menginginkan keduanya hendaklah ia berilmu
juga.”
Setiap kita pasti menginginkan kebahagiaan, baik itu
kebahagiaan di dunia lebih-lebih kebahagian di akhirat. Untuk meraih
kebahagiaan di dunia harus dengan ilmu, untuk meraih kebahagiaan di akhirat
harus dengan ilmu dan untuk meraih kebahagiaan pada keduanya juga harus dengan
ilmu pengetahuan pula. Dengan ilmu kita dapat membedakan mana yang baik dan
mana yang buruk, mana yang perintah dan mana yang larangan, mana yang halal dan
mana yang haram. Setelah kita mengetahui dua sisi yaitu sisi baik dan buruk
dalam hidup ini, maka orang-orang yang cerdas, orang-orang yang pintar dan
orang-orang yang mau memanfaatkan ilmunya dengan benar, pasti dan pasti memilih
sisi baik yang dapat menghantarkan dirinya meraih kebahagiaan itu.
Hadirin
yang berbahagia....
Maka
beruntunglah kita yang pada hari ini mendapat kesempatan mengenyam pendidikan,
baik itu di lembaga pendidikan formal maupun di lembaga pendidikan non formal.
Sehingga kita dapat belajar berbagai jenis disiplin ilmu, dari ilmu yang
bersifat umum (ilmu dunia) sampai ilmu agama yang nantinya menjadi bekal bagi
kita untuk meraih kebahagiaan hidup di dunia dan kebahahgiaan hidup di akhirat,
sebagaimana yang telah dijelaskan oleh hadits Nabi di atas.
Bapak-bapak dan ibu ibu yang insya Allah di rahmati dan di muliakan oleh
Allah SWT, Hadirin yang berbahagia....
“Untuk
mengetahui masa depan suatu bangsa, maka lihatlah keadaan anak dan pemudanya,”
demikian kata orang bijak. Anak dan pemuda adalah bagian dari masa kini dan keseluruhan
dari hari esok. Mereka adalah generasi penerus yang akan mengambil alih tampuk
kepemimpinan dan tanggungjawab kendali bangsa di masa depan. Di tangan
merekalah merah-putih atau hitam-kelabunya bangsa dan agama akan dipertaruhkan.
Ketika krisis
ekonomi melanda bangsa Indoensia, orang pun prihatin dengan tragedi “generasi
yang hilang”. Jutaan anak dan remaja kekurangan gizi, putus sekolah, dan
mencari pelarian dengan melakukan tindak kriminalseperti, meminum-minuman
keras, atau mengkonsumsi narkoba. Ketika konflik etnis dan agama melanda di
sebagian wilayah Indonesia, orang pun sangat prihatin dengan bau darah dan
dendam amarah yang terwariskan dan tertanam dibenak anak-anak. Genderang perang
selalu terngiang ditelinga anak-anak ingusan yang polos dan lugu. Bagaikan bom
waktu, setiap saat siap meledak dan meluluh lantakkan semua sendi kehidupan
negerinya.
Oleh karena itu para orang tua, didiklah kami
anak-anakmu, titipkanlah kami di lembaga-lembaga pendidikan agar kami dapat
mengenyam pendidikan dan dapat menemukan serta meraih cita-cita kami. Kepada
para guru, didik dan bimbinglah kami, didiklah kami dengan penuh keikhlasan,
berikan motifasi kepada kami untuk selalu meningkatkan prestasi belajar, serta
berilah kami suri tauladan atau contoh yang baik dalam segala hal, agar kami
para anak didik dapat menirunya baik dari sikap maupun prilaku.
Kepada teman-teman, calon generasi bangsa, tuntutlah ilmu
sebanyak-banyaknya. Jangan menyia-nyiakan kesempatan yang berharga ini, karena
kesempatan belajar tidak dimiliki oleh setiap anak di negeri ini. Banyak anak
yang ingin sekolah namun karena berbenturan dengan lemahnya faktor ekonomi
keluarga mereka terpaksa mengubur keinginan dan cita-citanya itu. Dengan tidak
menyia-nyiakan kesempatan ini diharapkan dari kita nantinya dapat mengukir
sejarah baru, sejarah yang lebih baik, menjadikan negara dan agama ini, negara
dan agama yang rukun, aman, damai, tentram serta dapat saling menghargai di
dalam perbedaan antara yang satu dengan yang lainnya. Orang bijak
berkata, bahwa apa yang terjadi pada hari ini adalah akibat dari hari kemarin
dan apa yang terjadi pada hari esok adalah akibat dari hari ini.
Akhirnya,
marilah kita bersama-sama beristigfar dan memohon kepada Allah SWT agar kita
senantiasa berada di dalam lindungan, bimbingan serta petunjuknya. Amin, amin
yaa rabbal ‘alamin.
Demikianlah
sedikit yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat bagi kita semua, terima
kasih atas segala perhatian mohon maaf atas segala kekurangannya.
HIJRAH NABI MUHAMMAD SAW
OLEH: FACHRUR
RIZAL M.Ts.N.I KETAPANG
Tahun baru hijrah, diambil atau dihitung dari tahun
pertama hijrahnya rasulullah saw beserta ummatnya dari mekkah kemadinah. 13
tahun rasulullah saw dimekkah, dengan penuh kesabaran beliau berda’wah dengan
mendsapatkan begitu banyak cobaan, akhirnya beliau memutuskan untuk hijrah ke
madinah.
Hijrahnya rasulullah saw itu bukan berarti takut akan
kesengsaraan atau lari dari musuh. Namun demi perkembangan islam dimasa yang
akan datang, rasulullah saw telah memilih untuk pindah ke tempat yang lain,
atas petunjuk Allah SWT.
Keutamaan orang berhijrah itu telah dijelaskan oleh
Allah swt didalam Q.S. an-nahl: 41-42 yang artinya:
“Dan orang-orang yang berhijrah karena
Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Allah akan memberikan tempat yang bagus
kepada mereka didunia.dan sesungguhnya pahala diakhirat adalah lebih besar jika
merteka mengetahui. Yaitu orang-orang yang sabar, dan hanya kepada Allah lah
tempat mereka menyerahkan diri”.
Hijrah bukan hanya dilakukan oleh rasulullah saw saja.
Tapi dijaman yang setengah edan ini pun kita bisa
berhijrah mengikuti jejak-jejak rasulullah saw seperti:
1.
Kita berhijrah meninggalkan
orang-orang dilingkungan kita yang akhlaknya tidak baik, kita cari teman yang
bisa menunjang kita menjadi lebih baik.
2. Kita
berjanji atau bertaubat untuk meninggalkan masa lalu yang kalam menuju dunia
baru yang cemerlang.
3. Hijrah
atau meninggalkan pemikiran dan kebiasaan – kebiasaan yang tidak baik. Dan
lain-lainnya.
Insya Allah akan banyak yang kita dapatkan dari
pristiwa atau hikmah dari hijrahnya rasulullah saw.
Bukan berarti rasulullah saw saja, yang sukses setelah
hijrahnya. Namun, para nabi-nabi sebelumnya pun juga pernah hijrah.
Sebagai contoh, telah tercatat didalam kitab-kitab
tarikh, buku-buku sejarah, atau bahkan telah disebutkan dalam al-qur’an bahwa:
§ Nabi
Ibrahim yang hijrahnya dari kan’an ke mekah.
§ Nabi
Ya’kub yang hijrahnya dari madyan ke mesir.
§ Nabi
Musa yang hijrahnya dari mesir ke syam.
Hijrah yang dilakukan oleh para nabi, semua mempunyai
nilai-nilai hikmah yang sangat begitu besar untuk kita jadikan pelajaran dan
suksesnya beliau membawa dan melindungi ummatnya menuju rahmat Allah swt.
Firman allah swt didalam Q.S. al
baqarah ayat 218. Yang berbunyi:
Artinya: “Sesungguhnya
orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad dijalan
Allah. Mereka itu mengharap rahmat Allah. Dan Allah maha pengampun lagi maha
penyayang.”
Ingat saudara-saudaraku !!!!
Sudah banyak Allah memberikan peringatan kepada kita
dengan bertubi-tubi bencana yang datang silih berganti. Bahkan bisa kita
artikan itu bukan lagi peringatan melainkan azab yang ditimpakan Allah kepada
kita dimuka bumi ini.
Sebagai contoh, karena kezoliman kita, kesombongan,
keserakahan manusia, dan hilangnya ahlak yang mulia yang pernah diajarkan
rasulullah saw terdahulu. Bahkan tidak ubahnya kita sekarang ini dengan jaman
jahiliyah, ya’ni jahiliyah yang mederen.
Mari kita semua hijrah menuju kebaikan , untuk mencapai
rahmat Allah swt.
Kita mulai dari sekarang dan diri sendiri.
Tapi ingat orang yang hijrah dijalan Allah haruslah
dengan hati yang Ikhlas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar