Jumat, 24 April 2015

ILMU ITU PENTING



PENTINGNYA MENUNTUT ILMU

OLEH : FACHRUR RIZAL


Alhamdulillahirabbil’alamin wassalatuwassa mu’ala asyrafil ambiya iwal mursalin sayyidina wamaulana muhammadin wa’ala alihi washahbihi ajmain amma ba’du

Bapak-bapak dan ibu ibu yang saya hormati , Hadirin yang berbahagia.
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT, Tuhan yang Maha Pengasih yang tak pilih kasih, Tuhan Yang Maha Penyayang yang sayangnya tiada terbilang. Sehingga dengan kasih dan sayang-Nya, sampai saat ini kita masih diberi nikmat iman, nikmat sehat, serta nikmat kehidupan oleh Allah SWT. sehingga kita masih dapat beraktivitas dalam rangka mengabdi kepada Allah SWT.
Selanjutnya shalawat dan salam kita haturkan keharibaan junjungan Nabi Besar Muhammad Saw. Karena berkat perjuangan dan pengorbanannya, hingga saat ini dan mudah-mudahan sampai maut menjumput nanti, kita tetap dalam keadaan iman dan Islam, serta selalu istiqomah dalam mengamalkan ajaran Islam sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin.

Bapak-bapak dan ibu ibu yang insya Allah di rahmati dan di muliakan oleh Allah SWT....
            Di dalam al Qur-an nulkariim yang mulia, Allah SWT berfirman di dalam surat Al ‘Alaq ayat 1-5 yang berbunyi:

Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Hadirin yang berbahagia, ayat di atas menjelaskan kepada kita semua bahwa Islam sangat memperhatikan pendidikan pemeluknya, sekaligus hal itu menunjukkan bahwa Islam tidak menginginkan para pemeluknya menjadi umat-umat yang bodoh. Untuk itulah Rasulullah SAW bersabda:
Artinya : “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.” 

Kemudian di dalam haditsnya yang lain beliau bersabda:
Artinya:   “Barang siapa ingin (kebahagian dan kesejahteraan di) dunia hendaklah ia berilmu (tahu untuk apa dan bagaimana hidup di dunia), dan barang siapa ingin (kebahagiaan hidup di) akhirat, hendaklah ia berilmu pula (tahu bagaimana mencapainya), dan barang siapa menginginkan keduanya hendaklah ia berilmu juga.”
Setiap kita pasti menginginkan kebahagiaan, baik itu kebahagiaan di dunia lebih-lebih kebahagian di akhirat. Untuk meraih kebahagiaan di dunia harus dengan ilmu, untuk meraih kebahagiaan di akhirat harus dengan ilmu dan untuk meraih kebahagiaan pada keduanya juga harus dengan ilmu pengetahuan pula. Dengan ilmu kita dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang perintah dan mana yang larangan, mana yang halal dan mana yang haram. Setelah kita mengetahui dua sisi yaitu sisi baik dan buruk dalam hidup ini, maka orang-orang yang cerdas, orang-orang yang pintar dan orang-orang yang mau memanfaatkan ilmunya dengan benar, pasti dan pasti memilih sisi baik yang dapat menghantarkan dirinya meraih kebahagiaan itu.
Hadirin yang berbahagia....
Maka beruntunglah kita yang pada hari ini mendapat kesempatan mengenyam pendidikan, baik itu di lembaga pendidikan formal maupun di lembaga pendidikan non formal. Sehingga kita dapat belajar berbagai jenis disiplin ilmu, dari ilmu yang bersifat umum (ilmu dunia) sampai ilmu agama yang nantinya menjadi bekal bagi kita untuk meraih kebahagiaan hidup di dunia dan kebahahgiaan hidup di akhirat, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh hadits Nabi di atas.

Bapak-bapak dan ibu ibu yang insya Allah di rahmati dan di muliakan oleh Allah SWT, Hadirin yang berbahagia....
“Untuk mengetahui masa depan suatu bangsa, maka lihatlah keadaan anak dan pemudanya,” demikian kata orang bijak. Anak dan pemuda adalah bagian dari masa kini dan keseluruhan dari hari esok. Mereka adalah generasi penerus yang akan mengambil alih tampuk kepemimpinan dan tanggungjawab kendali bangsa di masa depan. Di tangan merekalah merah-putih atau hitam-kelabunya bangsa dan agama akan dipertaruhkan.

Ketika krisis ekonomi melanda bangsa Indoensia, orang pun prihatin dengan tragedi “generasi yang hilang”. Jutaan anak dan remaja kekurangan gizi, putus sekolah, dan mencari pelarian dengan melakukan tindak kriminalseperti, meminum-minuman keras, atau mengkonsumsi narkoba. Ketika konflik etnis dan agama melanda di sebagian wilayah Indonesia, orang pun sangat prihatin dengan bau darah dan dendam amarah yang terwariskan dan tertanam dibenak anak-anak. Genderang perang selalu terngiang ditelinga anak-anak ingusan yang polos dan lugu. Bagaikan bom waktu, setiap saat siap meledak dan meluluh lantakkan semua sendi kehidupan negerinya.

Oleh karena itu para orang tua, didiklah kami anak-anakmu, titipkanlah kami di lembaga-lembaga pendidikan agar kami dapat mengenyam pendidikan dan dapat menemukan serta meraih cita-cita kami. Kepada para guru, didik dan bimbinglah kami, didiklah kami dengan penuh keikhlasan, berikan motifasi kepada kami untuk selalu meningkatkan prestasi belajar, serta berilah kami suri tauladan atau contoh yang baik dalam segala hal, agar kami para anak didik dapat menirunya baik dari sikap maupun prilaku.

Kepada teman-teman, calon generasi bangsa, tuntutlah ilmu sebanyak-banyaknya. Jangan menyia-nyiakan kesempatan yang berharga ini, karena kesempatan belajar tidak dimiliki oleh setiap anak di negeri ini. Banyak anak yang ingin sekolah namun karena berbenturan dengan lemahnya faktor ekonomi keluarga mereka terpaksa mengubur keinginan dan cita-citanya itu. Dengan tidak menyia-nyiakan kesempatan ini diharapkan dari kita nantinya dapat mengukir sejarah baru, sejarah yang lebih baik, menjadikan negara dan agama ini, negara dan agama yang rukun, aman, damai, tentram serta dapat saling menghargai di dalam perbedaan antara yang satu dengan yang lainnya. Orang bijak berkata, bahwa apa yang terjadi pada hari ini adalah akibat dari hari kemarin dan apa yang terjadi pada hari esok adalah akibat dari hari ini.

Akhirnya, marilah kita bersama-sama beristigfar dan memohon kepada Allah SWT agar kita senantiasa berada di dalam lindungan, bimbingan serta petunjuknya. Amin, amin yaa rabbal ‘alamin.

Demikianlah sedikit yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat bagi kita semua, terima kasih atas segala perhatian mohon maaf atas segala kekurangannya.






                                                                               
HIJRAH NABI MUHAMMAD SAW
OLEH: FACHRUR RIZAL M.Ts.N.I KETAPANG



Tahun baru hijrah, diambil atau dihitung dari tahun pertama hijrahnya rasulullah saw beserta ummatnya dari mekkah kemadinah. 13 tahun rasulullah saw dimekkah, dengan penuh kesabaran beliau berda’wah dengan mendsapatkan begitu banyak cobaan, akhirnya beliau memutuskan untuk hijrah ke madinah.
Hijrahnya rasulullah saw itu bukan berarti takut akan kesengsaraan atau lari dari musuh. Namun demi perkembangan islam dimasa yang akan datang, rasulullah saw telah memilih untuk pindah ke tempat yang lain, atas petunjuk Allah SWT.
Keutamaan orang berhijrah itu telah dijelaskan oleh Allah swt didalam Q.S. an-nahl: 41-42 yang artinya:
“Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Allah akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka didunia.dan sesungguhnya pahala diakhirat adalah lebih besar jika merteka mengetahui. Yaitu orang-orang yang sabar, dan hanya kepada Allah lah tempat mereka menyerahkan diri”.

Hijrah bukan hanya dilakukan oleh rasulullah saw saja.
Tapi dijaman yang setengah edan ini pun kita bisa berhijrah mengikuti jejak-jejak rasulullah saw seperti:

1.      Kita berhijrah meninggalkan orang-orang dilingkungan kita yang akhlaknya tidak baik, kita cari teman yang bisa menunjang kita menjadi lebih baik.
2.      Kita berjanji atau bertaubat untuk meninggalkan masa lalu yang kalam menuju dunia baru yang cemerlang.
3.      Hijrah atau meninggalkan pemikiran dan kebiasaan – kebiasaan yang tidak baik. Dan lain-lainnya.

Insya Allah akan banyak yang kita dapatkan dari pristiwa atau hikmah dari hijrahnya rasulullah saw.
Bukan berarti rasulullah saw saja, yang sukses setelah hijrahnya. Namun, para nabi-nabi sebelumnya pun juga pernah hijrah.
Sebagai contoh, telah tercatat didalam kitab-kitab tarikh, buku-buku sejarah, atau bahkan telah disebutkan dalam al-qur’an bahwa:

§  Nabi Ibrahim yang hijrahnya dari kan’an ke mekah.
§  Nabi Ya’kub yang hijrahnya dari madyan ke mesir.
§  Nabi Musa yang hijrahnya dari mesir ke syam.

Hijrah yang dilakukan oleh para nabi, semua mempunyai nilai-nilai hikmah yang sangat begitu besar untuk kita jadikan pelajaran dan suksesnya beliau membawa dan melindungi ummatnya menuju rahmat Allah swt.
        
Firman allah swt didalam Q.S. al baqarah ayat 218. Yang berbunyi:

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad dijalan Allah. Mereka itu mengharap rahmat Allah. Dan Allah maha pengampun lagi maha penyayang.”

Ingat saudara-saudaraku !!!!
Sudah banyak Allah memberikan peringatan kepada kita dengan bertubi-tubi bencana yang datang silih berganti. Bahkan bisa kita artikan itu bukan lagi peringatan melainkan azab yang ditimpakan Allah kepada kita dimuka bumi ini.
Sebagai contoh, karena kezoliman kita, kesombongan, keserakahan manusia, dan hilangnya ahlak yang mulia yang pernah diajarkan rasulullah saw terdahulu. Bahkan tidak ubahnya kita sekarang ini dengan jaman jahiliyah, ya’ni jahiliyah yang mederen.

Mari kita semua hijrah menuju kebaikan , untuk mencapai rahmat Allah swt.
Kita mulai dari sekarang dan diri sendiri.
Tapi ingat orang yang hijrah dijalan Allah haruslah dengan hati yang Ikhlas.
 





Down Ribbon: SEKIAN    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar